![]() |
| http://www.suarasurabaya.net/_watermark/createimage_small.php?d=kk&c=berita&b=201512&a=164463&angka=10 |
Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangungan sumber
daya manusia. Seiring dengan kemajuan teknologi, pembangunan sumber daya
manusia selalu diupayakan agar bisa terus sejalan dengan kemajuan zaman.
Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak diimbangi dengan
pembangunan dalam bidang pendidikan? Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi
apa gunanya bila moral bangsa terpuruk akibat kurangnya pendidikan karakter.
Oleh karena itu, pendidikan harus dijadikan prioritas utama dalam pembangunan
negeri ini.
Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia merupakan Negara kepulauan
terbesar didunia yang memiliki lebih dari 13.466 pulau. Indonesia juga termasuk
Negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia setelah China, India
dan USA . Pada tahun 2010, 237 juta jiwa menduduki lebih dari tiga belas ribu
pulau yang tersebar di Indonesia. Diproyeksikan, populasi penduduk Indonesia
setiap tahunnya akan terus meningkat. Pertumbuhan penduduk ini secara tidak
langsung akan mempengaruhi nasib pendidikan masyarakat Indonesia. Lantas
bagaimana kondisi pendidikan bangsa Indonesia pada saat ini?
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini
dibuktikan antara lain, dari data UNESCO tahun 2000 tentang peringkat Indeks
Pengembangan Manusia (IPM) atau komposisi dari peringkat pencapaian
pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa IPM
Indonesia semakin menurun. Menurut survei Political and Economic Risk
Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12
dari 12 negara di Asia. Sementara itu, data The World Economic Forum
Swedia (2000) menunjukan Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu
menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut
survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai pengikut
bukan sebagai pemimpin teknologi dari 57 negara di dunia.
Semakin hari kualitas pendidikan di indonesia semakin rendah,
Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan Negara-negara
berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara.
Sedangkan untuk kualitas para guru, berada pada level 14 dari 14 negara
berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia
adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik
seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat
dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak
pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya
memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak
kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah
dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab
pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain itu kurangnya pemerataan pendidikan di berbagai daerah juga
sangat mempengaruhi terpuruknya pendidikan di Negara Indonesia saat ini.
Ditambah lagi dengan banyaknya orang yang menyatakan bahwa pendidikan itu
mahal, sehingga masyarakat Indonesia yang memiliki pendapatan perkapita rendah
mereka tidak mampu membiayai sekolah anaknya lebih lanjut dan menyebabkan kian
terpuruknya kualitas pendidikan anak-anak Indonesia.
Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia mengakibatkan masyarakat sulit
untuk menerima dan memahami hal-hal baru. Hal ini jelas terlihat dengan
kurangnya kemampuan masyarakat dalam merawat hasil pembangunan secara benar,
sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena kurangnya kemampuan masyarakat
untuk memperlakukannya secara tepat. Selain itu, kondisi pendidikan yang belum
begitu baik membuat tingkat penguasaan teknologi masih rendah. Kita masih harus
mendatangkan tenaga ahli dari Negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, dimana
keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi tenaga
ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan. Kenyataan seperti ini apabila
terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan. Oleh karena itu,
pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan mutu
pendidikan di Indonesia.
Solusi agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat adalah dengan
meningkatkan kualitas guru dan kualitas sarana dan prasarana yang ada di tiap
sekolah. Tidak hanya di kota – kota besar saja, bahkan di desa atau pedalaman
yang jaraknya jauh dari pusat pemerintahan lah yang justru membutuhkan sarana
dan prasaran pendidikan yang lebih memadai.
Pemerintah juga perlu meningkatkan kurikulum pendidikan sesuai kebutuhan
zaman yang setiap saat berubah agar pendidikan di Indonesia tidak tertinggal
oleh pendidikan di negara-negara lain yang sudah jauh lebih maju.
Selain itu untuk memeratakan pendidikan hingga ke tingkat masyarakat
yang berekonomi rendah, di perlukan kebijakan pemerintah untuk meringankan
biaya pendidikan bagi mereka yang kurang berkecukupan dalam segi ekonomi, bukan
hanya mereka yang berprestasi saja tetapi juga meringankan biaya pendidikan
bagi mereka yang belum memiliki prestasi.
Sekarang ini pemerintah cenderung hanya terfokus untuk meringankan biaya
pendidikan bagi mereka yang berprestasi saja dengan program yang disebut
beasiswa. jika pemerintah hanya berfokus pada mereka yang berprestasi lalu
bagaimana nasib anak - anak negeri ini yang tidak mampu bersekolah karna
masalah ekonomi dan belum memiliki prestasi? Apakah mereka di biarkan begitu
saja dan di cap tidak pantas di berikan keringanan biaya karna tidak
berprestasi?
Inilah permasalahan yang sekarang ini terjadi, yaitu pemerintah hanya
terfokus pada mereka yang berprestasi dan cenderung mengacuhkan mereka yang
belum memiliki prestasi. Justru pemerintah harus membantu mereka yang belum
memiliki prestasi agar kelak mereka bisa memiliki prestasi yang akan membawa
indonesia menuju ke arah indonesia yang lebih baik.
Pemerintah berkewajiban untuk mencerdaskan anak – anak yang tidak mampu
bersekolah dan belum memiliki prestasi. Karena cita – cita bangsa Indonesia
adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mencerdaskan mereka
yang sudah berprestasi saja tetapi seluruh masyarakat terutama mereka yang
tidak mampu bersekolah dengan alasan ekonomi. Inilah langkah yang harus
dilakukan pemerintah agar bakat dan minat anak – anak Indonesia yang belum
memiliki prestasi bisa berkembang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar