Senin, 13 April 2015

Kualitas Hidup Penduduk Indonesia

Kualitas Hidup Penduduk Indonesia


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan penduduk yang tersebar di lebih dari lima ribu pulaunya. Sebagai Negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau, Indonesia memiliki berbagai budaya dan tradisi yang beraneka ragam.

Dengan tersebarnya penduduk di berbagai gugusan pulaunya, ini menjadikan Indonesia memiliki berbagai problematika kependudukan, mulai dari masalah pendidikan, ekonomi, hingga masalah kesehatan. Tentunya permasalahan ini akan berdampak pada kualitas hidup penduduk di Indonesia, faktor besarnya pertambahan penduduk di Indonesia belakangan ini turut berpengaruh terhadap kualitas hidup penduduk.

Dalam bidang ekonomi, yang sangat berkaitan dengan pekerjaan dan pendapatan, jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah tinggi, maka persaingan mendapatkan pekerjaan pun akan semakin ketat, dan peluang kerja pun semakin sedikit. Masalah peluang kerja ini berkaitan dengan masalah ekonomi yang akan langsung berdampak terhadap masalah kesehatan dan pendidikan.

Jika tingkat ekonomi suatu individu rendah maka masalah kesehatan menjadi kurang diperhatikan begitu pula dengan masalah pendidikan. sejatinya kesehatan dan pendidikan adalah kunci dari kualitas hidup suatu penduduk.

Mirisnya masalah ekonomi ini menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan, ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa sebanyak 7,24 juta penduduk Indonesia adalah pengangguran, angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sedikit lebih rendah, yaitu 7,15 juta penduduk. Bukan tidak mungkin jika tahun ini jumlah penduduk Indonesia yang memiliki masalah dalam ekonomi akan meningkat.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia mengalami begitu besarnya pertumbuhan penduduk, terutama penduduk produktif yang tak diseimbangi oleh ketersedian lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan terjadinya tuna karya yang menjerat para penduduk dengan tinggat produktif tinggi.

Faktor pendidikan dan kesehatan sebagai kunci kualitas hidup tentu sangat berperan dalam masalah  ekonomi, rendahnya kualitas pendidikan di Negara ini, serta tidak meratanya pendidikan di beberapa wilayah, tentu akan membawa petaka bagi para penduduk karna sebagian penduduk akan sulit untuk bersaing dalam proses mencari kesejahteraan hidup, serta penduduk akan cenderung sulit untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan tentunya penduduk hanya akan bergantung pada perusahaan-perusahaan yang sudah ada.

Sedangkan Tingkat kesehatan di Indonesia yang masih rendah disebabkan karna fasilitas kesehatan tidak merata pada sebagian wilayah, tentunya ini sangat mempengaruhi kualitas hidup penduduk, sudah sepatutnya Negara wajib menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai agar tingkat kesejahteraan dari aspek pendidikan dan kesehatan dapat tercapai.

Dari permasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia ini, mulai dari masalah ekonomi yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan serta pendidikan, kami ingin memberi sedikit gagasan yang mungkin akan menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah ini, di antaranya:
  1. Meratakan pendidikan serta meningkatkan tenaga pembimbing.
    Kurangnya Pemerataan pendidikan menjadi masalah utama dalam rendahnya tingkat pendidikan diindonesia, sekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai nampaknya hanya ada di daerah perkotaan saja. hal ini menjadikan rendahnya mutu pendidikan disebagian wilayah Indonesia. Hal inilah yang harus menjadi prioritas dalam menangani masalah rendahnya kualitas hidup pendduduk Indonesia.

    Selain itu, guru sebagai tenaga pembimbing tentu sangat berperan besar dalam dunia pendidikan. Sayangnya Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan  pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.

    Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Persentase guru menurut kelayakan mengajar dalam tahun 2002-2003 di berbagai satuan pendidikan sbb: untuk SD yang layak mengajar hanya 21,07% (negeri) dan 28,94% (swasta), untuk SMP 54,12% (negeri) dan 60,99% (swasta), untuk SMA 65,29% (negeri) dan 64,73% (swasta), serta untuk SMK yang layak mengajar 55,49% (negeri) dan 58,26% (swasta). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan, akan tetapi pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat  besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru.

  2. Menambah lapangan pekerjaan. 
    Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam pertumbuhan penduduk, hal ini tidak di setarai dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia, salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membangun lapangan pekerjaan yang merata baik di pedasaan maupun di wilayah perkotaan, membangun lapangan pekerjaan di pedesaan dalam sektor pertanian maupun peternakan juga merupakan salah satu cara untuk mengatasi tinggkat urbanisasi  penduduk yang tinggi.
  3. Menyediakan jaminan kesehatan.
    sebagai suatu Negara yang berdaulat, tentunya Indonesia harus memperhatikan kesehatan penduduknya. Menurut World Bank, asuransi kesehatan merupakan cara yang cukup ampuh untuk meningkatkan sumber daya perlindungan kesehatan, meningkatkan akses kesehatan bagi orang miskin dan mendorong penyedia jasa kesehatan untuk menjadi lebih bertanggung jawab (accountable). Akan tetapi UU Sistem Jaminan Sosial Nasional yang baru masih belum mampu memberikan kerangka yang menyeluruh bagi reformasi pembiayaan sektor kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan. Pemerintahan yang baru harus segera membentuk kelompok kerja yang bertugas untuk merancang strategi pembiayaan kesehatan yang menyeluruh, dimana asuransi kesehatan sosial termasuk didalamnya, dan juga mengamandemen undang- undang tersebut. Strategi tersebut dapat ditempuh dengan:
    • Menentukan kombinasi pembiayaan kesehatan (asuransi pemerintah, asuransi swasta dan dana pribadi) yang dapat dengan baik memenuhi tujuan pemerintah, yaitu menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dan dapat diakses oleh orang miskin.
    • Menganalisa dampak anggaran dari strategi kesehatan yang diajukan
    • Mempelajari pengalaman di negara tetangga mengenai asuransi kesehatan sosial dan bentuk lain pelayanan kesehatan yang sifatnya pra-bayar.
    • Mengajukan rencana transisi atas skema asuransi kesehatan swasta maupun asuransi kesehatan pemerintah yang telah ada.
    • Memberikan kesempatan penyedia jasa kesehatan lainnya, tidak hanya dokter, untuk juga berhak memperoleh pembayaran melalui mekanisme asuransi sosial.

4 komentar:

  1. Bagus, menarik. Ini emang masalah utama nih yang dari dulu nyampe sekarang massih belum bisa diatasi. Good work (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip (y) semoga dengan sedikit gagasan yang diberikan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyelesaikan masalahnya nanti. btw makasih udah nyempetin komentar :D

      Hapus
    2. keren keren, peduli akan indonesia (y)
      ayo indonesia bisa

      Hapus
  2. terimakasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus

Copyright © Colorful Life | Powered by Blogger | Designed by Dapinder